Waduk Cibuyut Tercela Limbah, Kelompok Datangi Kecamatan Ciamis

Kedatangan kelompok ini untuk mengadukan kepada pencemaran Waduk Cibuyut sambil beberapa kilang tahu yang berada dalam wilayah Tanah air Muktisari, Kecamatan Cipaku yang langsung menghilangkan limbahnya di sungai.

Jadi masyarakat Provinsi Jelat waktu ini kesulitan memperoleh air habis lantaran waduk tersebut tunggal sumber larutan yang lazim digunakan warga untuk kepentingan rumah tangga.

Tak hanya untuk keperluan famili, air daripada sungai tersebut juga dimanfaatkan untuk menyirami kolam kelompok namun secara tercemarnya waduk, ikan penuh yang tewas karena uap tersebut menyebabkan bau yang bukan sedap.

Aktual permasalahan itu sudah tersedia sejak kaum tahun kemudian, bahkan luang membuat pengakuan antara kelompok Jelat beserta pengusaha bengkel tahu pada Desa Muktisari.

Salah satunya kilang tidak mampu membuang sinambung limbah tau ke waduk. Namun yang terjadi dalam lapangan sekarang masih terdapat beberapa juragan yang sewenang-wenang membuang kotoran ke waduk Cibuyut. Setelah aksi & audiensi kelompok Jelat serta aparat penguasa negara mendatangi pabrik-pabrik tahu & meninjau Waduk Cibuyut yang tercemar.

“Kami tidak mengelakkan pengusaha mengetahui menjalankan bisnis pabrik tahunya tetapi kita hanya minta limbahnya tidak dibuang di Sungai Cibuyut, karena waduk itu dipakai warga untuk keperluan muncul, ” membuka Lili (45) warga Nagari Cisupa, Zona Jelat tatkala menyampaikan aspirasinya dihadapan Kawula Daerah II Setda Ciamis HM Soekiman saat beraudiensi di Balai Kantor Kecamatan Baregbeg.

Sesuatu senada diungkapkan warga yang lain, Ruslan (50) mengatakan pra adanya bengkel tahu tidak sedikit warga Jelat yang mengantungkan hidupnya pada usaha perikanan, namun sesudah sungai Cibuyut tercemar masa ini pengusaha perikanan mulai berantakan karena airnya sudah bukan lagi mengalokasikan.

“Sekarang besar pengusaha ikan yang kolamnya dibiarkan sebab air atas sungai Cibuyut sudah gak bisa dikenakan lagi, telah tercemar, ” jelasnya.

Lebih jelas, warga meninta pengusaha kilang tahu untuk mentaati syarat yang sebelumnya telah terbuat. Serta memohon pemerintah untuk tegas mengetuk pabrik terbuka yang menyimpan izin.

Selama itu, rombongan pengusaha tau Desa Muktisari Herdis mengemukakan para juragan saat ini pusat berupaya untuk mengatasi sampah tersebut supaya tidak dibuang ke waduk, bahkan kurang lebih pengusaha waktu ini telah mempunyai bak-bak penampungan limbah dan IPAL.

“Kita juga membawa konsultan serta ahli teknologi dari Kab. bogor untuk menangani limbah tersebut, hanya saja sedang memerlukan saat karena dana yang diperlukan untuk memproduksi IPAL bukan sedikit, kalian sedang kapabel dan mengawani, ” katanya.

Asisten Wilayah II Setda Ciamis HM Soekiman yang menengahi persoalan tersebut mengeja setelah menurut keluhan mulai masyarakat Dukuh Jelat cuma meminta kotoran cair bengkel tahu tanpa dibuang di Sungai Cibuyut, namun uniform mempersilahkan melaksanakan usaha kilang tahunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *