Sungai Mahakam Tercela Limbah B3 Pengeboran Minyak

Sungai Mahakam, tercemar kotoran kapal pengantar limbah kritis hasil pengeboran minyak. Hukuman pencemaran tersebut, warga dalam Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, Kutai Kartanegara, kesulitan memperoleh pasokan larutan bersih.

Tali Advokasi Terowongan (Jatam) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, bahtera pengangkut sampah berbahaya dampak pengeboran minyak itu diangkut oleh sambil perusahaan pemborong migas Haliburton, dan tergila-gila, pada 25 September 2014.

“Kapal merangkul limbah Bakal Berbahaya & Beracun (B3). Tenggelam didekat dermaga yang berada pada sekitar pemukiman penduduk, ” kata Petugas Jatam Kaltim Merah Johansyah, kepada pewarta, Selasa (28/10/2014).

Dari kinerja olah lokasi, dan wawancara warga dalam sekitar zona, kapal itu terguling tatkala ingin bersender di pesanggrahan Haliburton, yang ada pada Kelurahan Pendingin. Dugaan mula, kapal terjengkang karena superioritas muatan.

“Ada sekira 200 kepala keluarga dalam tiga RT yang memforsir air waduk untuk roh sehari-hari. Kelompok mengakui, penguasa negara lamban mengekang kasus itu, ” bebernya.

Dijelaskan, pesta antara kelompok, Badan Daerah sekeliling Hidup Wilayah (BLHD), serta pihak industri, baru dilangsungkan pada 13 Oktober 2014. Hasilnya, kelompok sekitar bantaran sungai bisa kompensasi uap bersih wahid galon untuk setiap papi.

“Kami mengapit Penyidik Pekerja Negeri Gampang (PPNS) yang dimiliki KLH dan BLH yang mempunyai wewenang Pemeriksaan Pidana Mayapada Hidup untuk melakukan observasi secara menyusup, ” tegasnya.

Penyidikan ini, termasuk rabaan Pidana Komunitas Hidup pantas dengan Undang-undang No 32 Tahun 2009 Tentang Asilum dan Pengelolaan Lingkungan Muncul (PPLH).

“Dalam UU tersebut terdapat sembilan bentuk tindak Pidana Putaran Hidup. Satu diantara di antaranya ialah kegiatan ataupun usaha yang menghasilkan kotoran B3 yang kemudian bukan dilakukan pengelolaan atas sampah B3 ini, ” jelasnya.

Ditambahkan dia, sesuai Bab 103, bisnis yang tidak melaksanakan pengelolaan kepada limbah B3 dengan indah, maka diancam penjara paling-paling tiga tahun, dan kompensasi maksimal Rp3 miliar.

Jatam juga mengasak Pemerintah Kota Kutai Kartanegara dan Awak Lingkungan Kehidupan (BLH) Kutai Kartanegara untuk menginvestigasi skandal ini. Bila terbukti mencemar dan mengabaikan SOP, oleh karena itu menerapkan bab pidana daerah sekeliling hidup.

“Jatam Kaltim mengharuskan agar peristiwa seperti ini gak boleh ditutup-tutupi pemberitannya daripada publik, sebab ini adalah kasus kejahatan lingkungan muncul atas waduk yang terkait dengan makna hidup orang2 banyak, ” pungkas Warna merah.

Informasi yang diperoleh Jatam kaltim, kulit yang terbenam ini merupakan milik Baroid Surface Solution (BSS). BSS merupakan potongan dari jurusan di Haliburton. Limbah diangkut dari satu diantara perusahaan migas kawasan Delta Mahakam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *